Target besar tidak otomatis memberi petunjuk tentang pekerjaan hari ini. "Ingin punya portofolio yang kuat," misalnya, memberi arah tetapi belum menjawab apa yang harus selesai lebih dulu. Agar tujuan itu lebih mudah ditindaklanjuti, uraikan menjadi hasil antara, ukuran kemajuan, dan satu pekerjaan terdekat.
SUKSES88: dari tujuan ke langkah berikutnya
Teori penetapan tujuan yang dicetuskan Edwin Locke menyebut tujuan sebagai pengarah perhatian, pengendali upaya, peningkat persistensi, serta penunjang strategi dan rencana kegiatan [1]. Dalam penerapannya, tujuan akhir perlu disandingkan dengan rencana: tujuan menunjukkan arah, sedangkan langkah-langkahnya menjelaskan pekerjaan yang bisa dilakukan.
Ubah tujuan besar menjadi tahapan yang terlihat
Mulailah dengan menggambarkan kondisi akhir yang ingin dicapai. Kata-kata seperti "lebih baik" atau "lebih teratur" mungkin menyampaikan harapan, tetapi belum menunjukkan tanda bahwa target sudah tercapai. Tentukan hasil akhirnya dengan rincian yang sesuai kebutuhan, misalnya bentuk hasil, batas waktu, atau kriteria yang perlu dipenuhi.
Sebagai ilustrasi, target menyiapkan portofolio dapat diurai menjadi memilih karya, menentukan urutan, menulis keterangan, lalu memeriksa hasil akhir. Setiap tahap sebaiknya punya kondisi selesai yang bisa dikenali. "Memilih karya" menjadi lebih jelas jika hasilnya berupa daftar karya yang akan dimasukkan, bukan sekadar waktu yang dialokasikan untuk memikirkannya.
Pilih ukuran kemajuan yang mencerminkan hasil
Ukuran kemajuan membantu melihat bagian mana yang sudah bergerak dan mana yang masih menunggu. Bentuknya tidak harus selalu angka: bisa berupa jumlah keluaran, tahapan yang rampung, tanggal penyelesaian, atau kriteria mutu yang sudah diperiksa. Pilih ukuran yang berhubungan dengan hasil yang dituju.
Dalam ilustrasi portofolio tadi, mencatat waktu yang dipakai menunjukkan durasi kerja; mencatat karya yang sudah dipilih atau keterangan yang sudah selesai menunjukkan keluaran pada tahap tertentu. Keduanya dapat berguna, tetapi menjawab pertanyaan berbeda. Jika tujuan utamanya menyelesaikan portofolio, ukuran kemajuan perlu membantu memeriksa perkembangan menuju hasil itu.
Tentukan pekerjaan berikutnya dari bagian yang belum selesai
Setelah tahapan dan ukurannya ditetapkan, lihat bagian paling dekat yang belum tuntas. Rumuskan tindakannya dengan kata kerja dan hasil yang jelas, seperti "menyusun daftar karya yang akan dipilih", bukan "mengerjakan portofolio". Langkah yang spesifik memberi pegangan untuk memulai sekaligus memudahkan pemeriksaan setelahnya.
Jika ukuran kemajuan tidak menunjukkan pergerakan, periksa kembali tahap yang tertahan: apakah tugasnya masih terlalu besar, hasil antara belum jelas, atau ukurannya tidak cocok dengan tujuan? Peninjauan seperti ini membantu menentukan apakah pekerjaan perlu dipecah lagi atau rencananya perlu disesuaikan. Target besar pun menjadi rangkaian keputusan yang lebih terang: apa hasil akhirnya, apa yang sudah dicapai, dan apa tindakan selanjutnya.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Teori penetapan tujuan. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=18355469&title=Teori_penetapan_tujuan (diakses 2026-10-04).
